BARRU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Barru. Kali ini, kobaran api terpantau di kawasan Gunung Latinjo, Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Jumat (21/8/2026) malam.
Mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 18.30 WITA, Kapolsek Barru AKP Rudi, S.E. bersama Wakapolsek Barru IPTU Sufakar, AS dan sejumlah personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Hasil pengecekan menunjukkan titik api berada di kawasan puncak gunung yang cukup sulit dijangkau. Tidak adanya akses kendaraan menuju lokasi membuat proses pemadaman harus dilakukan secara manual dengan berjalan kaki.
Sekitar pukul 19.45 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di sekitar lokasi. Namun, petugas tidak dapat membawa kendaraan hingga ke titik api karena medan yang terjal dan berada di kawasan pegunungan.
Tak ingin api terus meluas, petugas kepolisian, pemadam kebakaran dan masyarakat kemudian mendaki gunung menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 19.55 WITA.
Setelah menempuh perjalanan, tim tiba di titik api sekitar pukul 20.15 WITA. Pemadaman langsung dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia. Upaya tersebut berhasil memadamkan sebagian besar kobaran api sekitar pukul 20.55 WITA.
Meski demikian, satu titik api masih tersisa di bagian tebing yang curam sehingga belum dapat dijangkau petugas.
Upaya pemadaman kembali dilanjutkan setelah personel Pamapta dan piket tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WITA. Personel Polsek Barru dan Polres Barru bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD serta masyarakat kembali mendaki untuk menjangkau titik api yang tersisa.
Sekitar pukul 21.45 WITA, tim BPBD Kabupaten Barru dan Kehutanan Kabupaten Barru tiba dengan membawa peralatan semprot. Pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.
Kerja keras tim gabungan membuahkan hasil. Sekitar pukul 22.30 WITA, seluruh titik api dinyatakan berhasil dipadamkan. Petugas menggunakan peralatan manual serta dukungan alat semprot milik BPBD dan Kehutanan Kabupaten Barru.
Kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare dan didominasi vegetasi yang mudah terbakar. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran.
Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, muncul dugaan kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembuatan arang oleh warga di wilayah Kelurahan Sepe’e. Namun, informasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Usai api dipadamkan, personel kepolisian bersama tim gabungan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api baru yang berpotensi kembali membesar.

Penanganan karhutla tersebut berakhir sekitar pukul 22.50 WITA dalam kondisi aman dan kondusif
Polsek Barru mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran, terutama ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api di kawasan hutan maupun lahan terbuka.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan kepulan asap maupun titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.




