• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
Barruterkini
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
  • News
  • Politik
  • Bisnis
  • Kultur
  • Opini
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Travel
No Result
View All Result
Barruterkini
No Result
View All Result
Home Daerah

Kemenko Infrastruktur dan PUPR Tinjau Progres Sekolah Rakyat Tahap II di Barru, Bupati Andi Ina Tegaskan Komitmen Kawal Hingga Tuntas

FD by FD
1 November 2025
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Shared barruterkini⁹

BARRU — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur dan PK) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barru, Jumat 31/10/2025.

Kunjungan dalam rangka monitoring dan evaluasi progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Umum dan Sosial, Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Eng. Lukijanto.

Related posts

Pengusaha Muda Barru Mahyudin Bram Hadiri Pemilihan Ketua KADIN Sulsel di Bulukumba

Pengusaha Muda Barru Mahyudin Bram Hadiri Pemilihan Ketua KADIN Sulsel di Bulukumba

13 Juni 2026
Barru– Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.   Ajakan itu disampaikan saat Pencanangan SE 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru, Sabtu, 13/6/2026.  Bupati menegaskan, data akurat adalah fondasi utama pembangunan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Data berkualitas dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, memperkuat UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik. Ini kompas pembangunan ekonomi daerah agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Ina.  Ia menyebut, Kabupaten Barru mencatat pertumbuhan ekonomi 7,46% pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu, fondasi data yang kuat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.  Bupati meminta OPD, camat, lurah, kepala desa, serta pelaku usaha bersinergi dengan BPS. Masyarakat diimbau menerima petugas sensus dan memberikan informasi benar serta lengkap. Ia menekankan kerahasiaan data dijamin undang-undang.  “Dengan semangat _Siri’ na Pacce_, mari bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Demi data lebih baik, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang menyejahterakan Barru,” ujarnya.  Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Barru Arif Miftahudin melaporkan seluruh persiapan SE 2026 telah rampung. BPS telah melakukan audiensi, koordinasi, dan sosialisasi bersama Pemkab, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, hingga mitra strategis.  BPS mengapresiasi dukungan Pemkab Barru melalui surat edaran, publikasi media, videotron, dan fasilitasi kegiatan. Program Ngisi Bareng (NGIBAR) untuk pendataan usaha besar dan menengah juga telah berjalan. Hingga kini 7 kegiatan NGIBAR terlaksana dengan 55 pelaku usaha terlibat.  Untuk pendataan lapangan, BPS Barru merekrut 187 petugas: 23 pengawas dan 164 petugas lapangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan teknis dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.  Pendataan usaha door to door akan berlangsung di seluruh wilayah Barru mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.  “Barru siap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi upaya bersama menyediakan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegas Arif.

Barru– Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Ajakan itu disampaikan saat Pencanangan SE 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru, Sabtu, 13/6/2026. Bupati menegaskan, data akurat adalah fondasi utama pembangunan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Data berkualitas dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, memperkuat UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik. Ini kompas pembangunan ekonomi daerah agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Ina. Ia menyebut, Kabupaten Barru mencatat pertumbuhan ekonomi 7,46% pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu, fondasi data yang kuat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Bupati meminta OPD, camat, lurah, kepala desa, serta pelaku usaha bersinergi dengan BPS. Masyarakat diimbau menerima petugas sensus dan memberikan informasi benar serta lengkap. Ia menekankan kerahasiaan data dijamin undang-undang. “Dengan semangat _Siri’ na Pacce_, mari bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Demi data lebih baik, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang menyejahterakan Barru,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Barru Arif Miftahudin melaporkan seluruh persiapan SE 2026 telah rampung. BPS telah melakukan audiensi, koordinasi, dan sosialisasi bersama Pemkab, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, hingga mitra strategis. BPS mengapresiasi dukungan Pemkab Barru melalui surat edaran, publikasi media, videotron, dan fasilitasi kegiatan. Program Ngisi Bareng (NGIBAR) untuk pendataan usaha besar dan menengah juga telah berjalan. Hingga kini 7 kegiatan NGIBAR terlaksana dengan 55 pelaku usaha terlibat. Untuk pendataan lapangan, BPS Barru merekrut 187 petugas: 23 pengawas dan 164 petugas lapangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan teknis dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Pendataan usaha door to door akan berlangsung di seluruh wilayah Barru mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. “Barru siap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi upaya bersama menyediakan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegas Arif.

13 Juni 2026

Dalam keterangannya, Dr. Lukijanto menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Barru berjalan baik, sesuai jadwal, dan tetap berada pada jalur yang direncanakan pemerintah pusat.

“Sebagaimana tugas kami dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, kami datang untuk melakukan monitoring dan evaluasi, memastikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini berjalan sesuai dengan schedule. Insya Allah semuanya on time dan on the track,” ujar Lukijanto.

Meski demikian, usai meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Desa Lawallu kec. Soppeng Riaja dan Rintisan di Desa Harapan, ia menegaskan masih ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan.

“Ada beberapa hal yang perlu disikapi bersama, terutama terkait kebijakan pengelolaan lingkungan. Dalam hal ini, kemungkinan akan kami usulkan untuk masuk dalam skema UKL-UPL,” jelasnya.

Dikatakan, tahap pematangan lahan akan dimulai pada minggu kedua bulan depan, sebagai bagian dari kelanjutan pekerjaan Sekolah Rakyat Tahap II yang bersifat multi-years project.

“Harapannya tahun ini sudah bisa diselesaikan paling tidak sampai tahap pematangan lahan dan pekerjaan dasar. Untuk diketahui, Sekolah Rakyat ini terbagi dalam beberapa tahapan yaitu 1A, 1B, dan 1C. Yang kita tinjau tadi adalah rintisan pada tahap 1C,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lukijanto menilai manfaat dari keberadaan Sekolah Rakyat di Barru sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kegiatan pembelajaran awal (MPLS) yang telah berjalan dengan baik.

“Program ini sudah menunjukkan hasil positif di lapangan, tinggal penyempurnaan di beberapa hal teknis. Karena ini program baru, kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkannya,” ujarnya.

Disela kunjungannya, ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sebagai strategi jangka panjang memutus rantai kemiskinan.

“Karena ini merupakan program nasional, kami berharap pelaksanaannya dijalankan sesuai amanat. Ini adalah legacy dari pemerintahan saat ini yang harus kita dorong bersama agar memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kemenko Infrastruktur dan PK serta Kementerian PUPR atas perhatian dan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat, khususnya Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PUPR. Sinergi ini sangat penting bagi kami di daerah untuk memastikan setiap program strategis nasional berjalan tepat sasaran dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Barru.

Bupati Andi Ina juga menegaskan bahwa Pemkab Barru akan terus mendukung dan mengawal proses pembangunan Sekolah Rakyat hingga tuntas.

“Sekolah Rakyat ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi masa depan untuk anak-anak Barru. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan ini menghadirkan harapan baru dan membuka jalan keluar dari kemiskinan melalui pendidikan,” tandasnya.

Kegiatan monitoring ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur sosial yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Previous Post

Cegah Banjir Perkotaan, Pemkab Barru Fokus Normalisasi Saluran Drainase

Next Post

Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro Dianugerahi Best Criminal Investigator of Indonesian Police 2025

FD

FD

RelatedPosts

Pengusaha Muda Barru Mahyudin Bram Hadiri Pemilihan Ketua KADIN Sulsel di Bulukumba

Pengusaha Muda Barru Mahyudin Bram Hadiri Pemilihan Ketua KADIN Sulsel di Bulukumba

13 Juni 2026
Barru– Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.   Ajakan itu disampaikan saat Pencanangan SE 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru, Sabtu, 13/6/2026.  Bupati menegaskan, data akurat adalah fondasi utama pembangunan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Data berkualitas dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, memperkuat UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik. Ini kompas pembangunan ekonomi daerah agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Ina.  Ia menyebut, Kabupaten Barru mencatat pertumbuhan ekonomi 7,46% pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu, fondasi data yang kuat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.  Bupati meminta OPD, camat, lurah, kepala desa, serta pelaku usaha bersinergi dengan BPS. Masyarakat diimbau menerima petugas sensus dan memberikan informasi benar serta lengkap. Ia menekankan kerahasiaan data dijamin undang-undang.  “Dengan semangat _Siri’ na Pacce_, mari bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Demi data lebih baik, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang menyejahterakan Barru,” ujarnya.  Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Barru Arif Miftahudin melaporkan seluruh persiapan SE 2026 telah rampung. BPS telah melakukan audiensi, koordinasi, dan sosialisasi bersama Pemkab, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, hingga mitra strategis.  BPS mengapresiasi dukungan Pemkab Barru melalui surat edaran, publikasi media, videotron, dan fasilitasi kegiatan. Program Ngisi Bareng (NGIBAR) untuk pendataan usaha besar dan menengah juga telah berjalan. Hingga kini 7 kegiatan NGIBAR terlaksana dengan 55 pelaku usaha terlibat.  Untuk pendataan lapangan, BPS Barru merekrut 187 petugas: 23 pengawas dan 164 petugas lapangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan teknis dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.  Pendataan usaha door to door akan berlangsung di seluruh wilayah Barru mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.  “Barru siap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi upaya bersama menyediakan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegas Arif.

Barru– Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Ajakan itu disampaikan saat Pencanangan SE 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru, Sabtu, 13/6/2026. Bupati menegaskan, data akurat adalah fondasi utama pembangunan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Data berkualitas dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, memperkuat UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik. Ini kompas pembangunan ekonomi daerah agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Ina. Ia menyebut, Kabupaten Barru mencatat pertumbuhan ekonomi 7,46% pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu, fondasi data yang kuat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Bupati meminta OPD, camat, lurah, kepala desa, serta pelaku usaha bersinergi dengan BPS. Masyarakat diimbau menerima petugas sensus dan memberikan informasi benar serta lengkap. Ia menekankan kerahasiaan data dijamin undang-undang. “Dengan semangat _Siri’ na Pacce_, mari bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Demi data lebih baik, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang menyejahterakan Barru,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Barru Arif Miftahudin melaporkan seluruh persiapan SE 2026 telah rampung. BPS telah melakukan audiensi, koordinasi, dan sosialisasi bersama Pemkab, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, hingga mitra strategis. BPS mengapresiasi dukungan Pemkab Barru melalui surat edaran, publikasi media, videotron, dan fasilitasi kegiatan. Program Ngisi Bareng (NGIBAR) untuk pendataan usaha besar dan menengah juga telah berjalan. Hingga kini 7 kegiatan NGIBAR terlaksana dengan 55 pelaku usaha terlibat. Untuk pendataan lapangan, BPS Barru merekrut 187 petugas: 23 pengawas dan 164 petugas lapangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan teknis dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Pendataan usaha door to door akan berlangsung di seluruh wilayah Barru mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. “Barru siap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi upaya bersama menyediakan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegas Arif.

13 Juni 2026

Tim Resmob Polres Barru Ringkus Dua Pelaku Pembobolan Gold Vape Store

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Barru Gelar Bakti Religi Bersihkan Masjid di Seluruh Kecamatan

Sekda Barru Terima Tim Surveyor Akreditasi, Labkesda Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan

Bupati Barru Sambut Kolaborasi Jamkrida Sulsel untuk Perkuat UMKM dan Tingkatkan PAD

Next Post
Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro Dianugerahi Best Criminal Investigator of Indonesian Police 2025

Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro Dianugerahi Best Criminal Investigator of Indonesian Police 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Barruterkini

© 2024 Barruterkini.com

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Politik
  • News
  • Bisnis
  • Kultur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opini

© 2024 Barruterkini.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In