Barru – Pemerintah Kecamatan Barru terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan yang merata di seluruh wilayah, baik kelurahan maupun desa. Di bawah kepemimpinan Camat Barru, Andi Mustafa Fieter, S.Sos, berbagai program pembangunan sepanjang Tahun Anggaran 2025 berhasil direalisasikan dengan capaian yang menggembirakan.
Program yang didukung melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan Dukungan Pendanaan Kelurahan (Spesifik Grant) serta Dana Desa tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh pelaksanaannya selaras dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Barru yang menekankan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat paling bawah.
Di wilayah kelurahan, sejumlah pembangunan fisik telah rampung dikerjakan. Di Kelurahan Coppo, Posyandu baru hadir di Lingkungan Bottolai. Fasilitas serupa juga dibangun di Lingkungan Pasar Sentral, Kelurahan Sumpang Binangae, serta di Lingkungan Mattirowalie, Kelurahan Tuwung. Sementara itu, penataan kawasan pemakaman dilakukan melalui pembangunan pagar kuburan di Kelurahan Mangempang.
Tak hanya itu, peningkatan Jalan Lingkungan Jeppe di Kelurahan Sepe’e kini telah dibeton, sehingga memberikan akses yang lebih layak bagi masyarakat. Pemerintah Kecamatan Barru juga menghadirkan fasilitas ramah disabilitas berupa ramp dan toilet khusus sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik yang inklusif.
“Realisasi anggaran di masing-masing kelurahan rata-rata sudah di atas 86 persen. Ini menunjukkan pengelolaan yang efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” ungkap Andi Mustafa Fieter.
Pembangunan tidak berhenti di wilayah kelurahan. Di desa-desa dalam lingkup Kecamatan Barru, pemanfaatan Dana Desa difokuskan pada peningkatan jalan dan drainase, penguatan sarana pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Dukungan terhadap program kesehatan, termasuk penanganan stunting, juga menjadi prioritas utama.
Camat yang akrab disapa Bau Cibu itu menegaskan bahwa kelurahan dan desa merupakan satu kesatuan ekosistem pembangunan. Sinergi antarlevel pemerintahan menjadi kunci agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.
“Wilayah Kecamatan Barru mencakup kelurahan dan desa. Karena itu koordinasi harus berjalan baik agar pembangunan benar-benar merata. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari berdirinya bangunan fisik, melainkan dari dampak langsung yang dirasakan warga—mulai dari akses kesehatan yang lebih dekat, jalan yang lebih representatif, hingga layanan publik yang semakin manusiawi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan desa, Kecamatan Barru optimistis terus melangkah maju memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan demi terwujudnya Barru yang berkeadilan dan sejahtera lebih cepat





