MAKASSAR — Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan Bone-Wajo 2026 memasuki tahapan penting. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel melakukan validasi sekaligus memastikan keabsahan atlet yang akan memperkuat masing-masing kabupaten/kota pada ajang olahraga yang dijadwalkan berlangsung November 2026.

Proses tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi KONI Sulsel bersama KONI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang digelar selama empat hari, 11–14 Agustus 2026, di Kantor KONI Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 42, Makassar.
Rakor menjadi forum untuk memastikan data atlet yang akan bertanding telah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan Porprov. Tahapan ini sekaligus diharapkan dapat meminimalkan persoalan administrasi maupun sengketa keabsahan atlet saat kompetisi berlangsung.
Dalam rakor tersebut, KONI kabupaten/kota menerima Surat Keputusan (SK) beserta lampiran daftar nama atlet yang telah ditetapkan. Dokumen itu selanjutnya menjadi acuan bagi masing-masing daerah dalam mematangkan persiapan kontingen menuju Porprov Bone-Wajo 2026.
Wakil Ketua KONI Sulsel, Chalik Suang, meminta seluruh pengurus KONI daerah mencermati dokumen yang telah diterima. Menurutnya, setiap daerah juga perlu menunjuk personel atau operator khusus agar komunikasi dengan KONI Sulsel dapat berjalan efektif apabila masih terdapat data yang membutuhkan klarifikasi.
“Dokumen yang sudah diserahkan agar betul-betul dipelajari. Masing-masing daerah juga perlu menetapkan operator untuk memudahkan koordinasi dengan provinsi jika ada hal yang masih perlu dipertanyakan atau diklarifikasi,” ujar Chalik.
Ia menegaskan, Porprov tidak hanya dipandang sebagai kompetisi olahraga semata. Ajang tersebut juga menjadi pesta olahraga yang melibatkan masyarakat serta menjadi ruang pembinaan dan pengembangan prestasi atlet di Sulawesi Selatan.
Karena itu, KONI Sulsel memiliki tanggung jawab memastikan seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai regulasi, tertib dan transparan. Validasi atlet menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga kualitas serta integritas pertandingan.
KONI Sulsel selanjutnya akan menyampaikan berbagai hasil dan perkembangan persiapan Porprov kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan. Informasi tersebut kemudian diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting, terutama dalam memastikan kebutuhan kontingen dan berbagai aspek penyelenggaraan dapat dipersiapkan dengan baik. Sinergi antara KONI, pemerintah daerah, OPD terkait, atlet dan insan olahraga menjadi salah satu kunci sukses Porprov Bone-Wajo 2026.
KONI Barru Terima SK Atlet
KONI Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah yang mengikuti tahapan rakor tersebut. Bersama lima KONI kabupaten/kota lainnya, KONI Barru mengikuti rapat koordinasi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pada kesempatan itu, KONI Barru menerima SK atlet beserta lampiran daftar nama atlet yang akan menjadi bagian dari kontingen daerah pada Porprov Bone-Wajo 2026.
Dokumen tersebut menjadi dasar bagi KONI Barru untuk melanjutkan persiapan kontingen sekaligus memastikan seluruh atlet yang akan diturunkan telah sesuai dengan hasil proses validasi dan ketentuan yang ditetapkan KONI Sulsel.
Penyerahan SK ini juga menjadi momentum bagi KONI Barru untuk melakukan pengecekan kembali terhadap data atlet sebelum memasuki tahapan persiapan akhir menuju kompetisi.
Dengan selesainya proses validasi dan penyerahan dokumen atlet, KONI Sulsel berharap seluruh daerah segera menindaklanjuti hasil rakor. Koordinasi antara KONI kabupaten/kota dan KONI Sulsel juga diminta terus dilakukan secara intensif hingga seluruh tahapan persiapan Porprov rampung.

Porprov Bone-Wajo 2026 diharapkan bukan hanya melahirkan persaingan kompetitif antardaerah, tetapi juga memperkuat persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik Sulawesi Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi.




