Barru – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barru masih menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan di Kabupaten Wajo dan Bone. Hingga saat ini, pengurus KONI masih bekerja keras mencari solusi untuk menutupi defisit anggaran agar kontingen Kabupaten Barru dapat mengikuti ajang olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut secara maksimal.
Ketua KONI Kabupaten Barru, Herman Jaya, S.Pi., mengatakan seluruh pengurus terus berupaya mencari berbagai alternatif pendanaan. Namun apabila hingga bulan September belum ada kepastian terkait tambahan anggaran, KONI terpaksa menyiapkan sejumlah skenario demi menyesuaikan kemampuan keuangan yang dimiliki.
“Kami masih berharap Pemerintah Kabupaten Barru dapat melihat kondisi yang kami hadapi saat ini. Pada Porprov sebelumnya empat tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Barru mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,4 miliar untuk 17 cabang olahraga. Sementara pada Porprov XVIII kali ini, kami hanya memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar, padahal jumlah cabang olahraga yang lolos meningkat menjadi 24 cabang olahraga,” ujar Herman Jaya.
Ia menjelaskan, beban pembiayaan Porprov kali ini jauh lebih besar dibandingkan empat tahun lalu. Selain jumlah cabang olahraga yang bertambah, terdapat cabang olahraga beregu seperti sepak bola putra dan putri serta hoki putra dan putri yang membutuhkan jumlah atlet, pelatih, dan ofisial lebih banyak sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dan perlengkapan pertandingan.
“Jika dibandingkan dengan Porprov sebelumnya, tentu kebutuhan anggaran saat ini jauh lebih besar. Karena itu kami sangat berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan tambahan agar atlet-atlet Barru tetap dapat bertanding membawa nama daerah,” katanya.
Herman Jaya menegaskan, apabila hingga bulan September belum ada kejelasan terkait pemenuhan anggaran, KONI Barru telah menyiapkan dua skenario. Skenario pertama adalah tetap mengikuti Porprov dengan hanya memberangkatkan cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali emas berdasarkan hasil evaluasi dan prestasi atlet.
“Kami akan memprioritaskan cabang olahraga yang benar-benar memiliki peluang menyumbangkan medali. Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi harus dipertimbangkan apabila kondisi anggaran tidak memungkinkan,” ujarnya.
Sementara itu, skenario kedua yang menjadi pilihan terakhir adalah tidak mengikuti Porprov XVIII dan mengalihkan kegiatan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) pada bulan yang sama sebagai bentuk menjaga pembinaan olahraga di tingkat daerah.
Meski demikian, Herman Jaya menegaskan bahwa opsi tersebut bukanlah harapan KONI Barru. Pihaknya tetap optimistis masih ada solusi melalui dukungan Pemerintah Daerah, DPRD, dunia usaha, serta seluruh masyarakat Barru agar atlet-atlet terbaik daerah dapat tampil dan mengharumkan nama Kabupaten Barru pada Porprov XVIII Wajo–Bone.
“Kami percaya olahraga adalah investasi daerah. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergandengan tangan mencari solusi agar perjuangan para atlet yang telah berlatih selama ini tidak sia-sia. Harapan kami sederhana, Barru tetap hadir di Porprov XVIII dengan kekuatan terbaik yang kita miliki,” tutupnya.





