BONE — Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 terus dimatangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barru.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni meninjau langsung kesiapan Kabupaten Bone sebagai tuan rumah penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga.
Survei tersebut dilakukan jajaran KONI Barru, Sabtu (26/9/2026), dengan dipimpin Ketua KONI Barru Herman Jaya, S.Pi. Ia didampingi Sekretaris Umum Suardi Syam, ST., MM., bersama sejumlah pengurus.
Kedatangan rombongan KONI Barru diterima Ketua KONI Bone Drs. Asiswa Karim beserta jajaran panitia pelaksana Porprov Bone. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai kebutuhan teknis kontingen Barru selama berada di Bone.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi dan lokasi venue pertandingan, akses transportasi, tempat tinggal atlet dan ofisial, hingga pola mobilisasi kontingen yang diperkirakan mencapai sekitar 550 orang.
Herman Jaya mengatakan, survei lapangan penting dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sejak awal. Menurutnya, jarak antara pemondokan dan venue menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan agar atlet dapat menjaga kondisi fisik selama mengikuti pertandingan.
“Mobilisasi 550 orang membutuhkan perhitungan yang matang. Kami harus melihat langsung venue, akses jalan, dan pemondokan agar atlet bisa tampil maksimal,” ujar Herman.
Dalam survei tersebut, KONI Barru turut mengusulkan kawasan Jalan Biru sebagai lokasi pemondokan kontingen Barru. Kawasan tersebut dinilai memiliki akses yang relatif dekat dengan sejumlah lokasi pertandingan sehingga dapat membantu mengurangi waktu perjalanan atlet.
Selain persoalan pemondokan, KONI Barru juga meminta kejelasan terkait mekanisme kehadiran kontingen pada acara pembukaan Porprov XVIII. Hal ini menjadi perhatian karena penyelenggaraan Porprov tahun ini berlangsung di dua wilayah, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
Sekretaris Umum KONI Barru Suardi Syam mengatakan, teknis pembukaan perlu dipastikan lebih awal agar pengaturan keberangkatan dan mobilisasi kontingen dapat dilakukan secara efektif.
“Kami ingin memastikan teknispembukaannya. Karena venue tersebar di Bone dan Wajo, perlu kejelasan apakah seluruh kontingen wajib hadir di pembukaan atau seperti apa skemanya,” kata Suardi.
Ketua KONI Bone Drs. Asiswa Karim menyambut baik kunjungan KONI Barru. Ia menyatakan pihaknya akan berupaya mengakomodasi berbagai kebutuhan kontingen yang akan bertanding di Bone.
“Masukan dari Barru akan kami perjuangkan dan maksimal semaksimal mungkin. Kami ingin semua kontingen merasa nyaman selama bertanding di Bone,” ujarnya.
Setelah melakukan survei di Bone, KONI Barru dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke Kabupaten Wajo pada Minggu (27/9/2026). Survei tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum KONI Barru menggelar rapat final terkait teknis keberangkatan dan kesiapan kontingen menuju Porprov XVIII Sulsel 2026.




