MAKASSAR — Kebutuhan solar nelayan Barru menjadi perhatian dalam pertemuan Komisi II DPRD Kabupaten Barru dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut diikuti Ketua Komisi II Syamsul Rijal, Wakil Ketua Komisi II Herman Jaya, Wakil Ketua II DPRD Muhammad Alifandi Aska, serta Sahrul Ramdani, Andi Mirza Riogi, Hj. Sri Wulandari, dan Susanti. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Ushuluddin, turut mendampingi rombongan.
Muhammad Ridho, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, menerima rombongan dan memaparkan bahwa kuota solar Kabupaten Barru tidak mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Menurut Ridho, kekurangan tersebut dapat diupayakan pemenuhannya melalui pengajuan tambahan kuota oleh pemerintah daerah dengan bersurat kepada BPH Migas.
Merujuk pemaparan itu, Herman Jaya meminta Kepala Dinas Perikanan menyampaikan kepada Bupati Barru agar mengajukan surat permohonan penambahan kuota kepada Kepala BPH Migas. Herman menyampaikan bahwa kebutuhan nelayan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Barru perlu menjadi dasar usulan.
Dalam pembahasan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Ridho juga menyampaikan bahwa SPBUN sudah termasuk dalam paket program tersebut.
Penentuan pengelola SPBUN masih perlu didiskusikan, termasuk kemungkinan pengelolaan oleh KDMP. Namun, pihak Pertamina lebih memprioritaskan pihak swasta sebagai pengelola. Ridho juga menjelaskan bahwa rekomendasi cukup berasal dari Dinas Perikanan setempat





