• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Barruterkini
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
  • News
  • Politik
  • Bisnis
  • Kultur
  • Opini
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Travel
No Result
View All Result
Barruterkini
No Result
View All Result
Home Daerah

Bupati Barru Dukung Pengembangan PSEL dan RDF, Siap Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

FD by FD
5 Agustus 2026
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Shared barruterkini⁹

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri pertemuan yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama para kepala daerah se-Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Related posts

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

5 Agustus 2026
Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).  Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi.  Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis.  “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.  Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota.  “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya.  Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas.  Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan.  “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.  Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.  Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap.  “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.  Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka).  “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.  Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

4 Agustus 2026

Agenda utama pertemuan membahas perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Makassar serta pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pembahasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat tata kelola persampahan yang berkelanjutan.

“Pengembangan teknologi pengolahan sampah seperti PSEL dan RDF merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah. Pemerintah Kabupaten Barru siap mendukung berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan, pengurangan timbunan sampah, serta terciptanya nilai tambah ekonomi dari pengelolaan limbah,” ujar Bupati.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Ia berharap hasil pertemuan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang inovatif, sehingga mampu mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Previous Post

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Next Post

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

FD

FD

RelatedPosts

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

5 Agustus 2026
Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).  Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi.  Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis.  “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.  Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota.  “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya.  Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas.  Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan.  “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.  Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.  Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap.  “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.  Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka).  “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.  Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

4 Agustus 2026

Hadiri Seminar Nasional KDKMP, Bupati Barru Tegaskan Dukungan Penuh Koperasi Merah Putih

Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

Polda Sulsel Mutasi Sejumlah Pejabat Polres Barru, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti

Semi Final Penuh Drama, All Stars Barru vs KONI Barru FC tampil memukau

Next Post
Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

Andi Ina Dorong SDM Konstruksi Bersertifikat, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Supervisor K3 di Barru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Barruterkini

© 2024 Barruterkini.com

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Politik
  • News
  • Bisnis
  • Kultur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opini

© 2024 Barruterkini.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In