• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Barruterkini
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
  • News
  • Politik
  • Bisnis
  • Kultur
  • Opini
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Travel
No Result
View All Result
Barruterkini
No Result
View All Result
Home Daerah

Hadiri Seminar Nasional KDKMP, Bupati Barru Tegaskan Dukungan Penuh Koperasi Merah Putih

FD by FD
4 Agustus 2026
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Shared barruterkini⁹

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).

Seminar nasional tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, yang dalam arahannya menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan infrastruktur ekonomi desa yang menghubungkan masyarakat dengan akses permodalan, pusat produksi, hingga berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dan subsidi.

Related posts

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).  Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi.  Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis.  “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.  Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota.  “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya.  Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas.  Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan.  “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.  Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.  Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap.  “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.  Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka).  “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.  Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

4 Agustus 2026
Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

4 Agustus 2026

Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya masyarakat, tetapi juga instrumen yang mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah hasil produksi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat desa. Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Dihubungi seusai kegiatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru siap mendukung dan mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kabupaten Barru siap mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kami meyakini koperasi yang dikelola secara profesional akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, membuka akses permodalan, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Andi Ina.

Menindaklanjuti arahan pemerintah yang disampaikan dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari juga mengajak seluruh masyarakat untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Bupati menegaskan bahwa informasi yang menyebut pemerintah akan menutup warung desa atau melarang toko kelontong beroperasi dalam radius tertentu dari koperasi merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah dengan mencari informasi dari sumber-sumber resmi. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir untuk memperkuat ekonomi rakyat, bukan mematikan usaha masyarakat,” tegas Andi Ina.

Ia menambahkan, keberhasilan program Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga para pengurus koperasi dan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen mengawal implementasi program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.

Seminar nasional ini turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, anggota DPR RI, jajaran pimpinan BUMN, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, kepala desa dan lurah, serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Previous Post

Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

Next Post

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

FD

FD

RelatedPosts

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).  Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi.  Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis.  “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.  Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota.  “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya.  Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas.  Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan.  “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.  Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.  Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap.  “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.  Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka).  “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.  Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

4 Agustus 2026
Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

Wabup Barru Dukung Integrasi MDTA di Sekolah Umum, Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter

4 Agustus 2026

Polda Sulsel Mutasi Sejumlah Pejabat Polres Barru, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti

Semi Final Penuh Drama, All Stars Barru vs KONI Barru FC tampil memukau

Polres Barru Kawal Aksi IMM dan AMM di Depan Kampus, Tuntutan Disampaikan Damai Tanpa Gesekan

Legend Cup I Badminton Tournament Resmi Ditutup, KONI Barru Apresiasi Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Next Post
Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).  Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi.  Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis.  “Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.  Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota.  “APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” tambahnya.  Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas.  Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan.  “Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.  Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.  Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap.  “Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.  Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka).  “Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.  Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  “Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Makassar – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina mengajak APINDO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai mitra strategis. "Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha," ujar Andi Ina. Bupati menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai wadah para pelaku usaha dalam membuka peluang investasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia berharap APINDO semakin aktif membangun komunikasi, kemitraan, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota. "APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha," tambahnya. Lebih lanjut, Andi Ina menyebutkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Barru yang layak menjadi tujuan investasi, di antaranya sektor perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Salah satu komoditas yang terus dikembangkan adalah kopi, yang didukung oleh kondisi geografis kawasan dataran tinggi Barru sehingga berpotensi menghasilkan kopi berkualitas. Selain itu, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai penghasil nanas madu. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi pada sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan industri pengolahan. "Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat," jelasnya. Di sektor kelautan, Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan dan ekonomi maritim. Potensi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang lengkap. "Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia," ungkapnya. Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari di Bojo yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). "Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses," tuturnya. Menutup keterangannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar potensi investasi di setiap daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO harus terus diperkuat agar seluruh potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Barruterkini

© 2024 Barruterkini.com

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Politik
  • News
  • Bisnis
  • Kultur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opini

© 2024 Barruterkini.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In