BARRU — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barru, Herman Jaya, S.Pi., menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi atlet Kabupaten Barru untuk meraih prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Herman dalam arahannya pada rapat persiapan kontingen Porprov yang digelar di Sekretariat KONI Kabupaten Barru, Minggu malam (18/10/2026).
Rapat yang mengundang para ketua cabang olahraga (cabor), pelatih, dan bendahara tersebut membahas tiga agenda utama, yakni penyampaian alokasi anggaran cabor, evaluasi hasil Bleep Test tahap pertama, serta pemantapan kesiapan kontingen menghadapi Porprov.
Dalam arahannya, Herman secara terbuka menyampaikan bahwa KONI Barru menghadapi tantangan cukup berat akibat keterbatasan anggaran, sementara jumlah cabang olahraga yang mengikuti Porprov justru meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Anggaran kita boleh terbatas, fasilitas kita boleh sederhana, tetapi semangat dan harga diri olahraga Kabupaten Barru tidak boleh terbatas. Kita harus mampu mengubah keterbatasan menjadi motivasi untuk meraih prestasi,” tegas Herman.
Menurutnya, pengalokasian anggaran kepada setiap cabang olahraga harus dilakukan secara transparan, objektif, dan mengutamakan kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus cabor agar memahami kondisi keuangan KONI dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan kontingen.
“Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu yang tidak mampu kita penuhi. Tetapi saya juga tidak ingin ada atlet Barru kehilangan kesempatan bertanding hanya karena kita tidak mampu mencari solusi bersama,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Herman memberikan perhatian khusus terhadap hasil tes kebugaran fisik atau Bleep Test tahap pertama yang telah dilaksanakan KONI Barru.
Ia meminta seluruh pelatih menjadikan hasil tes tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kondisi fisik, stamina, dan kesiapan mental atlet menjelang pertandingan.
“Jangan sampai atlet kita kalah sebelum bertanding hanya karena persoalan fisik dan stamina. Karena itu, seluruh pelatih harus memastikan atlet benar-benar siap menghadapi persaingan,” katanya.
Terkait target prestasi, Herman menegaskan bahwa KONI Barru bertekad memperbaiki posisi Kabupaten Barru yang sebelumnya berada pada peringkat ke-14 menjadi peringkat 12 atau 13 pada Porprov XVIII 2026.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta kekompakan seluruh pengurus, pelatih, dan atlet.
“Kita datang ke Porprov bukan sekadar menjadi peserta. Kita membawa nama baik Kabupaten Barru dan harapan masyarakat. Karena itu, saya meminta seluruh cabor mengesampingkan ego sektoral dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.
Herman juga menekankan bahwa keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kemampuan membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Di akhir arahannya, Herman mengajak seluruh insan olahraga Barru menjadikan Porprov XVIII sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga daerah.

“Kita berangkat dengan kebersamaan, bertanding dengan kehormatan, dan pulang membawa kebanggaan untuk masyarakat Barru. Barru harus mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi,” pungkasnya.
(Red)





