Barru – Kompetisi sepak bola Liga Ramang U-12 Kabupaten Barru memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Tahun ini, kompetisi dibuka lebih luas dengan melibatkan tim dari luar daerah, menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Pembukaan Liga Ramang U-12 Kabupaten Barru 2026 berlangsung di Lapangan Sumpang Binangae, Sabtu (26/9/2026), ditandai kick off oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Ketua PMI Kabupaten Barru Ir. Muhammad Yulianto dan Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abustan yang juga selaku Ketua PSSI Kabupaten Barru mengatakan, perubahan konsep Liga Ramang menjadi kompetisi terbuka dilakukan agar para pemain muda dapat saling berbagi pengalaman dan teknik permainan.
“Sekarang kita open supaya mainnya anak-anak supaya dia bisa saling berbagi teknik,” katanya
Jika pada pelaksanaan sebelumnya Liga Ramang hanya khusus untuk Kabupaten Barru, tahun ini peserta datang dari sejumlah daerah. Menurutnya, kehadiran tim dari luar daerah penting untuk memberikan pengalaman lebih luas kepada pemain muda sekaligus menjadi kesempatan mengukur kemampuan menghadapi karakter permainan yang berbeda.
Ia menilai potensi pemain muda Barru cukup menjanjikan. Meski masih berusia dini dan memiliki postur yang beragam, para pemain menunjukkan kemampuan teknik yang baik.
“Ini mudah-mudahan bisa dipelihara dan ditingkatkan sehingga kegiatan ini nanti melahirkan dan mencetak pemain sepak bola bukan hanya bisa bersaing di lokal, tapi kita harapkan bisa mengikuti senior-seniornya,” ujarnya.
Wabup juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat pembinaan sepak bola melalui pembangunan Akademi Sepak Bola Ramang. Menurutnya, perencanaan pembangunan akademi ditargetkan mulai pada 2027. Selanjutnya pembangunan akan diarahkan pada penyediaan lapangan dan fasilitas pendukung, dengan harapan hingga 2029 sudah dapat dilengkapi dengan asrama.
“Insyaallah 2027 kita memulai pembangunan Akademi Sepak Bola Ramang. Minimal perencanaannya dulu, kemudian bangun lapangan, mudah-mudahan sampai 2029 itu sudah selesai dengan asrama,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para pegiat sepak bola agar mempersiapkan pembinaan secara serius, termasuk meningkatkan kualitas pelatih melalui lisensi kepelatihan yang memadai.
Menurut Wabup pembinaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Sejumlah pemain muda asal Barru telah mendapat kesempatan bermain di klub dengan level yang lebih tinggi, termasuk satu pemain di Arema Malang dan dua pemain Barru yang masuk ke PSM kelompok usia U-17.
Potensi tersebut, kata dia, perlu terus dipelihara agar ke depan Barru mampu memiliki tim sepak bola yang kuat dan kompetitif.
Selain pembinaan usia dini, Ia menyampaikan perkembangan persiapan tim sepak bola Barru menghadapi Pekan Olahraga Provinsi yang akan digelar di Wajo dan Bone pada November mendatang. Sebanyak 22 pemain telah diseleksi untuk dipersiapkan melalui program latihan dan pemusatan latihan menjelang pertandingan.
Untuk tim putra, komposisi pemain tidak hanya berasal dari Barru, tetapi juga sejumlah daerah di Sulawesi Selatan turut dipersiapkan untuk memperkuat tim.
Sementara tim putri menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Abustan menyebut peluang tim putri Barru meraih medali emas cukup terbuka setelah menunjukkan performa meyakinkan dalam pertandingan sebelumnya, termasuk kemenangan 4-0 atas Makassar.
“Kalau putri, hampir dipastikan emas, kalau tidak ada halangan,” ujarnya.
Untuk tim putra, Abustan menargetkan minimal mampu menembus dua besar. Namun, ia menegaskan tim tetap optimistis mengejar prestasi terbaik dan meraih medali emas.
Abustan berharap Liga Ramang yang kini memasuki tahun kedua tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan. Lebih dari itu, kompetisi ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menemukan dan mencetak talenta sepak bola Barru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Barru atas perhatian terhadap pengembangan sepak bola, serta kepada Disparekrafpora, panitia, wasit, official dan seluruh peserta yang mendukung pelaksanaan Liga Ramang tahun 2026.
“Terima kasih kembali kepada Ibu Bupati atas atensi dan perhatiannya terhadap pengembangan sepak bola di Kabupaten Barru,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kabid Keolahragaan Disparekrafpora Kab. Barru, Andi Rukaiyyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kompetisi Liga Ramang U-12 Tahun 2026 digelar selama dua hari, 26–27 September 2026, di Lapangan Sepak Bola Sumpang Binangae, Kabupaten Barru.
Kompetisi tersebut diikuti 16 tim, terdiri atas enam tim dari Kabupaten Barru dan 10 tim dari luar daerah, masing-masing dari Soppeng, Pangkep, Parepare, dan Sidrap. Kehadiran tim dari berbagai daerah ini sekaligus menjadi ruang bagi para pemain usia dini untuk menambah pengalaman bertanding dan memperluas silaturahmi antarsekolah sepak bola (SSB) maupun klub.
Untuk memberikan apresiasi kepada para peserta, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp12,3 juta. Penghargaan tersebut diberikan bagi juara 1 hingga 8, serta kategori individu berupa top skor, best player, dan best keeper.
Turut hadir, Danramil Barru mewakiki Dandim 1405/Parepare, Wakapolsek Barru mewakili Kapolres Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barru, Wakil Ketua PSSI Barru, Para pimpinan OPD, Camat Barru, Kapus Padongko,Perwakilan KONI Barru, Lurah Sumpang Binangae, para official,manajer, pelatih dan peserta serta undangan lainnya.





