• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barruterkini
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
  • News
  • Politik
  • Bisnis
  • Kultur
  • Opini
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Travel
No Result
View All Result
Barruterkini
No Result
View All Result
Home Daerah

Diwakili Wabup Abustan A. Bintang, Andi Ina Kartika Sari Gelar Rakor Forkopimda Plus Bahas Kesiapsiagaan Idul Fitri 1447 H di Barru

FD by FD
13 Maret 2026
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Shared barruterkini⁹

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang diwakili, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Plus yang membahas kesiapsiagaan daerah menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M.

Rakor tersebut digelar di ruang rapat pimpinan lantai 5 Kantor Bupati Barru, Jumat (13/3/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta stakeholder terkait.

Related posts

Plh Sekda Barru Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2026, Dorong Sinkronisasi Program Daerah

Plh Sekda Barru Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2026, Dorong Sinkronisasi Program Daerah

30 April 2026
Kapolres Barru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Camat Se-Kabupaten Barru

Kapolres Barru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Camat Se-Kabupaten Barru

30 April 2026

Dalam arahannya, Abustan menjelaskan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar seluruh pemerintah daerah mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan serta menyiapkan langkah antisipasi menjelang Idul Fitri.

Berdasarkan hasil pengkajian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Barru, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya terkait kemungkinan perayaan dua hari raya yang berdekatan, yakni Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Namun demikian, Wakil Bupati menilai kondisi tersebut tidak terlalu berdampak di Kabupaten Barru karena jumlah umat Hindu yang merayakan Nyepi di daerah ini relatif sangat sedikit.

Pemerintah daerah juga mengimbau agar kegiatan takbiran keliling atau pawai akbar tidak dilaksanakan guna menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api turut menjadi perhatian, terutama di wilayah permukiman padat yang masih banyak menggunakan material rumah berbahan bambu maupun atap rumbia yang berpotensi memicu kebakaran.

Dalam sektor ekonomi, Wakil Bupati menyoroti dinamika inflasi pada komoditas cabai. Harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa secara perbandingan tahunan harga cabai saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari Rp70.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini juga dapat menjadi peluang bagi petani cabai untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik,” ujarnya.

Isu penting lainnya adalah ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang sangat dibutuhkan oleh para nelayan. Beberapa SPBU milik Pertamina di wilayah Barru dilaporkan mengalami keterbatasan stok solar yang menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan BBM tersebut.

Rapat juga membahas tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 12 desa di Kabupaten Barru yang saat ini sedang berlangsung. Beberapa desa dinilai memiliki potensi kerawanan karena jumlah calon yang cukup banyak maupun dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

Dalam aspek keamanan, Wakil Bupati juga mengingatkan potensi peningkatan kasus pencurian rumah kosong saat masyarakat melakukan mudik Lebaran. Karena itu masyarakat diimbau untuk saling menjaga lingkungan serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Kelancaran arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama mengingat Kabupaten Barru dilintasi jalur Trans Sulawesi sepanjang sekitar 78 kilometer yang menjadi jalur utama kendaraan dari berbagai wilayah di Sulawesi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui, termasuk penanganan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, serta peningkatan penerangan jalan di sejumlah titik rawan kecelakaan.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini cukup tinggi di wilayah Barru

Dalam rapat tersebut juga dibahas program Masjid Ramah Pemudik yang digagas bersama Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebanyak 45 masjid di enam kecamatan telah disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang melintas di jalur Trans Sulawesi.

Masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam dan dilengkapi dengan fasilitas dasar bagi para pemudik.

Dalam forum tersebut, Komandan Kodim 1405 Parepare, Letkol Kav. Simanjuntak, S.I.P., mengingatkan adanya tren permainan water jelly di kalangan anak muda yang berpotensi membahayakan apabila digunakan di ruang publik.

Ia juga menyinggung kemungkinan dampak inflasi serta ketersediaan bahan pokok dan energi pasca-Lebaran, mengingat situasi global yang masih belum stabil, termasuk akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.

Sementara itu, perwakilan Polres Barru, Kabag Ops Kompol A. Rahmat, menyampaikan kesiapan pengamanan Idul Fitri melalui peningkatan patroli, kegiatan Bhabinkamtibmas, serta pendirian dua pos pengamanan terpadu di Pos 700 Lalu Lintas Barru dan Pos Kupa.

Polres Barru juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik agar kendaraan lebih aman selama ditinggalkan.

Ketua Pengadilan Negeri Barru, Ricco Imam Vinayzar, S.H.,M.H. menyampaikan bahwa pelayanan hukum tetap berjalan hingga 17 Maret sebelum memasuki masa libur Lebaran dan akan kembali dibuka pada 25 Maret.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Husni Abbas, menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri, termasuk kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Idul Fitri di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Barru menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan alternatif lokasi pelaksanaan salat Id bagi masyarakat yang lebih dahulu merayakan Lebaran.

“Jika memang ada kelompok masyarakat yang lebih dulu melaksanakan Idul Fitri, kita sudah menyiapkan alternatif tempat salat Id agar pelaksanaannya tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” jelasnya

Sementara itu, Kepala BPBD Kab.Barru, H.Umar, S.KM, melaporkan pihaknya telah menyiapkan posko terpadu serta terus memantau kondisi cuaca, mengingat Barru memiliki tujuh sungai besar yang berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan tinggi.

Pemerintah daerah juga meminta pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas tetap siaga selama masa libur Lebaran, sementara masjid-masjid di jalur mudik diharapkan benar-benar difungsikan sebagai tempat singgah bagi pemudik.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa dalam situasi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, atau gangguan keamanan, dapat segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 yang tersedia selama 24 jam.

Di akhir rapat, Wakil Bupati Barru berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan sinergi sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Semua yang telah kita bahas hari ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing instansi sesuai tugas dan kewenangannya. Mudah-mudahan perayaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan aman dan kondusif,” tutupnya.

Previous Post

Wabup Barru Abustan A. Bintang Pimpin Rapat, Shalat Idul Fitri 1447 H Tidak Digelar di Lapangan

Next Post

Kapolres Barru Gelar Buka Puasa Bersama, Rumah Jabatan Kapolres Resmi Diresmikan

FD

FD

RelatedPosts

Plh Sekda Barru Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2026, Dorong Sinkronisasi Program Daerah

Plh Sekda Barru Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2026, Dorong Sinkronisasi Program Daerah

30 April 2026
Kapolres Barru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Camat Se-Kabupaten Barru

Kapolres Barru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Camat Se-Kabupaten Barru

30 April 2026

Barru – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan kembali ditegaskan melalui kegiatan percepatan tanam program optimasi lahan (Opla) yang digelar di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, hingga petani. Percepatan ini ditandai dengan penanamam padi bersama dilokasi lahan Kelompok Tani Sepee 1 oleh Bupati Barru bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Unsur Forkopimda dan perwakilan, Wakil Direktur 3 Polbangtan Gowa, Camat Barru. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian adalah “jantung” perekonomian daerah, mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup di sektor tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan pertanian oleh sumber daya yang kompeten dan berintegritas. “Pertanian adalah jantungnya Kabupaten Barru. Saya tidak ingin salah memilih, sektor ini harus ditangani oleh orang-orang yang tepat,” tegasnya. Bupati juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, Badan Pusat Statistik, perbankan, Bulog, hingga para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Peran Bulog secara khusus disorot dalam menjaga stabilitas harga gabah petani yang saat ini berada di kisaran Rp. 6.500 hingga Rp. 7.200 per kilogram. Menurutnya, kinerja sektor pertanian turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan. Berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen dalam satu tahun terakhir, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. “Ini bukan kata Bupati, tapi data BPS. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Barru 5,16 persen, di atas rata-rata nasional 5,12 persen. Artinya sektor pertanian kita benar-benar memberi kontribusi nyata,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi tidak terlepas dari program Luas Tambah Tanam (LTT) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga lebih dari 30.000 hektare, bahkan mendekati 36.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman. “Yang tadinya satu kali panen bisa dua kali, bahkan tiga kali. Itulah kekuatan LTT,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas berbagai program dan perhatian yang diberikan kepada daerah, termasuk Kabupaten Barru. Ia menilai berbagai kebijakan yang ada telah memberikan solusi nyata dalam meningkatkan hasil pertanian. Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menempatkan sesuatu pada ahlinya sebagai kunci keberhasilan pembangunan. “Kalau kita berikan kepada ahlinya, Insyaallah dari hulu sampai hilir akan terselesaikan dengan baik,” katanya. Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Barru. Ia menyebut Bupati Barru sebagai salah satu kepala daerah yang aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. “Ibu Bupati ini salah satu yang paling rajin ke Kementerian Pertanian. Wajar kalau Barru banyak mendapatkan bantuan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Barru menjadi salah satu lokasi strategis pelaksanaan tanam serentak nasional dalam program optimasi lahan seluas 50.000 hektare. Di Barru, progres tanam terus menunjukkan peningkatan signifikan dengan target capaian 80 hingga 90 persen. Menurutnya, Barru selama ini dikenal sebagai daerah dengan produktivitas padi tinggi di Sulawesi Selatan, bahkan mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Hal tersebut tidak terlepas dari kolaborasi multipihak, mulai dari petani, penyuluh, TNI-Polri, hingga dukungan pemerintah pusat. “Barru selalu menorehkan prestasi. Produktivitasnya tinggi, bahkan bisa mencapai 7 ton per hektare,” ungkapnya. Data produksi menunjukkan tren peningkatan dari sekitar 129 ribu ton menjadi sekitar 139 ribu ton. Kontribusi ini turut mendukung capaian swasembada pangan nasional, dengan stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5 juta ton. Dalam menghadapi tantangan ke depan, khususnya potensi El Niño, pemerintah mendorong langkah strategis seperti penggunaan benih unggul berumur genjah, optimalisasi pompanisasi, serta penguatan sistem irigasi perpompaan. Selain itu, program benih mandiri juga terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap kondisi lokal. “Kalau satu kali tanam harus jadi dua kali, kalau dua kali harus jadi tiga kali. Itu kunci peningkatan produksi,” jelasnya. Sementara dalam laporannya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Holtilkutura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Barru mendapatkan alokasi program optimasi lahan seluas 1.943 hektare. Program ini terbukti mampu meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen berdasarkan data BPS. Pada kegiatan hari ini, dilakukan penanaman di hamparan seluas 50 hektare menggunakan varietas unggul padi Inpari. Sementara untuk musim tanam berikutnya (MT3), direncanakan penggunaan varietas super genjah Cakra Buana dengan umur panen sekitar 75 hari. Ia juga menargetkan realisasi tanam optimasi lahan mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi di tengah potensi ancaman perubahan iklim. “Ini merupakan langkah strategis kita agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim,” ujarnya. Turut hadir, Tenaga Ahli Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementan, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Kementan, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Barru, Kepala BPS Kab.Barru, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Barru, Relationship Manager Funding & Transaksi BRI Cab Barru, Para Danramil se Kab.Barru, Kapolsek Barru, Lurah Sepee, para Babinsa se Kab.Barru, Bhabinkamtibmas Sepee, Ketua dan pengurus KTNA Barru, para PPL Se Kab.Barru, para manager Brigade Pangan se Kab.Barru, para kelompok tani, dan undangan lainnya.

Polres Barru Tegaskan Dukungan Program Nasional, Kawal Tanam Serentak Oplah

Bupati Barru Soroti Lahan Kampung Nelayan dan Aset Mangkrak di Rakor Pertanahan Sulsel

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel*

Next Post
Kapolres Barru Gelar Buka Puasa Bersama, Rumah Jabatan Kapolres Resmi Diresmikan

Kapolres Barru Gelar Buka Puasa Bersama, Rumah Jabatan Kapolres Resmi Diresmikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Barruterkini

© 2024 Barruterkini.com

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Politik
  • News
  • Bisnis
  • Kultur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opini

© 2024 Barruterkini.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In