• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barruterkini
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
  • News
  • Politik
  • Bisnis
  • Kultur
  • Opini
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Travel
No Result
View All Result
Barruterkini
No Result
View All Result
Home Daerah

Barru Terima Bantuan Pertanian Rp41,4 Miliar dari Kementerian Pertanian RI

FD by FD
9 Oktober 2025
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Shared barruterkini⁹

Barruterkini.com — Barru – Berkat koordinasi yang intens dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Barru dengan Kementerian Pertanian RI, daerah ini kembali dipercaya menerima program bantuan pertanian dari APBN senilai Rp41,4 miliar.

Related posts

Peringati Hari Buruh, KONI Barru Soroti Kontribusi Pekerja bagi Pembangunan dan Olahraga

Peringati Hari Buruh, KONI Barru Soroti Kontribusi Pekerja bagi Pembangunan dan Olahraga

2 Mei 2026
Sosialisasi Administrasi Kependudukan 2026 di Sumpang Binangae, Warga Didorong Tertib Data

Sosialisasi Administrasi Kependudukan 2026 di Sumpang Binangae, Warga Didorong Tertib Data

1 Mei 2026

Hal tersebut disampaikan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., pada kegiatan penyerahan buku rekening bagi kelompok tani penerima Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun 2025 yang berlangsung di Baruga Singkeru Ada’e, Rumah Jabatan Bupati Barru, Kamis (9/10/2025) sore.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian besar pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

“Ini adalah rezeki dan berkah bagi masyarakat Barru. Tidak semua kabupaten di Sulawesi Selatan mendapatkan kesempatan seperti ini. Karena itu, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program ini diawasi langsung oleh aparat penegak hukum (APH) dan didampingi oleh dinas teknis, guna memastikan seluruh kegiatan berjalan baik dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI yang telah menetapkan program ini sebagai bagian dari program prioritas nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Kementerian Pertanian RI akan mengelola anggaran lebih dari Rp300 triliun untuk sektor pertanian. Karena itu, Kabupaten Barru diharapkan terus menunjukkan kinerja terbaik agar tetap dipercaya sebagai daerah penerima manfaat di masa mendatang.

Lebih lanjut, Bupati menyinggung capaian positif Kabupaten Barru dalam menurunkan angka kemiskinan dari 8,31 persen menjadi 8 persen. Meskipun penurunan tersebut terbilang kecil, menurutnya hal itu merupakan bukti nyata bahwa berbagai program pembangunan, termasuk sektor pertanian, mulai menunjukkan hasil.

“Ini menjadi bukti bahwa upaya kita bersama mulai menampakkan hasil. Setiap program yang kita jalankan, termasuk optimalisasi lahan ini, diharapkan dapat terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Bupati Barru menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, BPS, dan para pendamping lapangan yang terus bersinergi dalam memastikan kesuksesan program. Ia menegaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan secara objektif dan melalui proses verifikasi ketat tanpa intervensi pihak mana pun.

“Saya tegaskan, tidak ada penerima bantuan karena kedekatan atau titipan siapa pun. Semua kelompok tani penerima sudah melalui proses verifikasi dan dinilai layak oleh tim teknis,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa Kabupaten Barru menjadi salah satu dari tujuh daerah di Sulawesi Selatan yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian RI untuk melaksanakan Program Oplah Non Rawa Tahun 2025.

Dikatakan, program bantuan senilai Rp41,4 miliar tersebut dialokasikan masing-masing sebesar Rp8,9 miliar untuk 82 kelompok tani dan Rp32 miliar untuk 11 Brigade Pangan, dengan total luas lahan yang dioptimalkan mencapai sekitar 1.443 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.

Ir. Ahmad menegaskan bahwa capaian pelaksanaan Oplah 2025 akan menjadi dasar penilaian bagi keberlanjutan program di tahun 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan Bank BPD Sulselbar sebagai mitra penyalur dana program.

Sementara itu, Haris, Ketua Kelompok Tani Setia Kawan 2 Desa Siawung, Kecamatan Barru, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap petani. Menurutnya, bantuan Program Oplah sangat membantu meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan anggotanya.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan program ini. Dengan bantuan ini, lahan kami bisa lebih optimal dan hasil panen diharapkan meningkat,” tuturnya.

Haris berharap program serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya, sehingga Barru semakin tangguh di sektor pertanian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD Barru, Kapolres Barru, Kasi Intel Kejari Barru, Pj. Sekda Barru, Danramil Tanete Riaja mewakili Dandim 1405/Parepare, Asisten II Setda Barru, Kabag Ekonomi Setda Barru, Pimpinan Bank Sulselbar Barru, Para Kabid dan jajaran Distan Barru, Ketua KTNA Barru, Direktur PT Evic Vibe Indonesia, Ketua BPP Kecamatan se-Kabupaten Barru, Konsultan Oplah, serta para Ketua dan Pengurus Kelompok Tani penerima program.

Previous Post

Semangat Sportivitas, Wabup Barru Abustan Lepas Tim Askab ke Piala Gubernur Sulsel 2025

Next Post

Wabup Barru Soroti Tantangan Mandatory Spending dalam Rakorbangda Sulawesi

FD

FD

RelatedPosts

Peringati Hari Buruh, KONI Barru Soroti Kontribusi Pekerja bagi Pembangunan dan Olahraga

Peringati Hari Buruh, KONI Barru Soroti Kontribusi Pekerja bagi Pembangunan dan Olahraga

2 Mei 2026
Sosialisasi Administrasi Kependudukan 2026 di Sumpang Binangae, Warga Didorong Tertib Data

Sosialisasi Administrasi Kependudukan 2026 di Sumpang Binangae, Warga Didorong Tertib Data

1 Mei 2026

Kapolres Barru Pimpin Pengamanan Aksi May Day, 150 Massa KSPSI Berunjuk Rasa Kondusif

Plh Sekda Barru Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2026, Dorong Sinkronisasi Program Daerah

Kapolres Barru Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Camat Se-Kabupaten Barru

Barru – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan kembali ditegaskan melalui kegiatan percepatan tanam program optimasi lahan (Opla) yang digelar di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, hingga petani. Percepatan ini ditandai dengan penanamam padi bersama dilokasi lahan Kelompok Tani Sepee 1 oleh Bupati Barru bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Unsur Forkopimda dan perwakilan, Wakil Direktur 3 Polbangtan Gowa, Camat Barru. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian adalah “jantung” perekonomian daerah, mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup di sektor tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan pertanian oleh sumber daya yang kompeten dan berintegritas. “Pertanian adalah jantungnya Kabupaten Barru. Saya tidak ingin salah memilih, sektor ini harus ditangani oleh orang-orang yang tepat,” tegasnya. Bupati juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, Badan Pusat Statistik, perbankan, Bulog, hingga para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Peran Bulog secara khusus disorot dalam menjaga stabilitas harga gabah petani yang saat ini berada di kisaran Rp. 6.500 hingga Rp. 7.200 per kilogram. Menurutnya, kinerja sektor pertanian turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan. Berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen dalam satu tahun terakhir, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. “Ini bukan kata Bupati, tapi data BPS. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Barru 5,16 persen, di atas rata-rata nasional 5,12 persen. Artinya sektor pertanian kita benar-benar memberi kontribusi nyata,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi tidak terlepas dari program Luas Tambah Tanam (LTT) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga lebih dari 30.000 hektare, bahkan mendekati 36.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman. “Yang tadinya satu kali panen bisa dua kali, bahkan tiga kali. Itulah kekuatan LTT,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas berbagai program dan perhatian yang diberikan kepada daerah, termasuk Kabupaten Barru. Ia menilai berbagai kebijakan yang ada telah memberikan solusi nyata dalam meningkatkan hasil pertanian. Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menempatkan sesuatu pada ahlinya sebagai kunci keberhasilan pembangunan. “Kalau kita berikan kepada ahlinya, Insyaallah dari hulu sampai hilir akan terselesaikan dengan baik,” katanya. Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Barru. Ia menyebut Bupati Barru sebagai salah satu kepala daerah yang aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. “Ibu Bupati ini salah satu yang paling rajin ke Kementerian Pertanian. Wajar kalau Barru banyak mendapatkan bantuan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Barru menjadi salah satu lokasi strategis pelaksanaan tanam serentak nasional dalam program optimasi lahan seluas 50.000 hektare. Di Barru, progres tanam terus menunjukkan peningkatan signifikan dengan target capaian 80 hingga 90 persen. Menurutnya, Barru selama ini dikenal sebagai daerah dengan produktivitas padi tinggi di Sulawesi Selatan, bahkan mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Hal tersebut tidak terlepas dari kolaborasi multipihak, mulai dari petani, penyuluh, TNI-Polri, hingga dukungan pemerintah pusat. “Barru selalu menorehkan prestasi. Produktivitasnya tinggi, bahkan bisa mencapai 7 ton per hektare,” ungkapnya. Data produksi menunjukkan tren peningkatan dari sekitar 129 ribu ton menjadi sekitar 139 ribu ton. Kontribusi ini turut mendukung capaian swasembada pangan nasional, dengan stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5 juta ton. Dalam menghadapi tantangan ke depan, khususnya potensi El Niño, pemerintah mendorong langkah strategis seperti penggunaan benih unggul berumur genjah, optimalisasi pompanisasi, serta penguatan sistem irigasi perpompaan. Selain itu, program benih mandiri juga terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap kondisi lokal. “Kalau satu kali tanam harus jadi dua kali, kalau dua kali harus jadi tiga kali. Itu kunci peningkatan produksi,” jelasnya. Sementara dalam laporannya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Holtilkutura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Barru mendapatkan alokasi program optimasi lahan seluas 1.943 hektare. Program ini terbukti mampu meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen berdasarkan data BPS. Pada kegiatan hari ini, dilakukan penanaman di hamparan seluas 50 hektare menggunakan varietas unggul padi Inpari. Sementara untuk musim tanam berikutnya (MT3), direncanakan penggunaan varietas super genjah Cakra Buana dengan umur panen sekitar 75 hari. Ia juga menargetkan realisasi tanam optimasi lahan mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi di tengah potensi ancaman perubahan iklim. “Ini merupakan langkah strategis kita agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim,” ujarnya. Turut hadir, Tenaga Ahli Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementan, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Kementan, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Barru, Kepala BPS Kab.Barru, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Barru, Relationship Manager Funding & Transaksi BRI Cab Barru, Para Danramil se Kab.Barru, Kapolsek Barru, Lurah Sepee, para Babinsa se Kab.Barru, Bhabinkamtibmas Sepee, Ketua dan pengurus KTNA Barru, para PPL Se Kab.Barru, para manager Brigade Pangan se Kab.Barru, para kelompok tani, dan undangan lainnya.

Next Post
Wabup Barru Soroti Tantangan Mandatory Spending dalam Rakorbangda Sulawesi

Wabup Barru Soroti Tantangan Mandatory Spending dalam Rakorbangda Sulawesi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Barruterkini

© 2024 Barruterkini.com

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Politik
  • News
  • Bisnis
  • Kultur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opini

© 2024 Barruterkini.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In